Wednesday, 19 December 2012

Chatting

Well…mungkin kisah ini terdengar kekanak-kanakan, tapi aku tetap merasa bangga dengan hal ini. Dan aku akan terus menganggap hal ini sebagai salah satu pencapaian  di hidup aku.

Seperti yang sebelumnya aku ceritakan, aku mempunyai mimpi. Banyak mimpi. Salah satunya aku berharap suatu hari nanti bisa mengelilingi dunia. Aku ingin bertemu dengan berbagai macam tipe dan ras manusia, mendengar berbagai macam logat bahasa, dan melihat berbagai macam keajaiban dunia serta keindahan kota-kota peradaban. Mungkin ini terkesan impossible, akan tetapi aku tetap kukuh dengan mimpi ini.

Oleh karena itulah aku bangga dan merasa senang sekali hari ini. Hari dimana
aku bisa mengobrol dengan seorang anak manusia dari bangsa yang berbeda dengan bangsaku. Yah, aku mengobrol panjang lebar dengan seorang pria berusia 40 tahunan, di sebuah negeri bernama Portugal melalui salah satu program di alam maya yang bertitel “MiRC”.

Pria itu bernama Paul. Ia mengaku berprofesi sebagai penulis. Kami bercerita banyak. Yang pastinya saat itu Ia bercerita tentang anaknya yang baru berusia 12 tahun. Ia sangat menyayangi anak perempuan satu-satunya itu. Ia bilang bahwa hanya pada weekend saja ia bisa bertemu dengan anaknya itu.

Aku tak peduli dengan usianya yang hampir setengah baya. Yang aku pedulikan adalah secercah rasa bangga terhadap diriku sendiri karena aku telah berhasil berkomunikasi dengan seseorang di bumi Allah ini tanpa menggunakan bahasa Ibuku yaitu Bahasa Indonesia. Saat itu aku benar-benar full alias penuh berbahasa Inggris. Dan Ia mengerti dengan apa yang aku katakan atau apa yang aku tanyakan. Aku seperti telah menjadi bagian dari masyarakat Internasional. Aku makin optimis untuk meraih mimpiku. Semoga Allah memperkenankannya dan semoga aku selalu menjadi seorang yang bersyukur. Aamiin.
[27 Oktober 2008]


No comments:

Post a Comment